Kamis, 19 Desember 2013

civil society


Civil society
Pada dasarnya civil society ini termasuk kata lain dari masyarakat sipil, sedangkan masyarakat sipil merupakan kata lain dari masyarakat madani. Kata ini sering disebut sejak kekuatan pada orde selang satu tahun ini. Sakralisasi pada kata ini mampu memberi jalan keluar untuk masalah yang tengah dihadapi oleh bangsa kita. Dalam tataran praktis orang melihat bahwa, masyarakat madani dianggap sebagai institusi sosial yang amampu mengoreksi kekuatan militer yang oteriter. Dalam arti masyarakat sipil memiliki konotasi sebagai antitesa dari masyarakat militer. Oleh karenanya masyarakat sipil selalu dianggap berjalan linier dengan penggugatan Dwi Fungsi ABRI. Maka dengan demikian dinamika kehidupan sosial dan politik harus memiliki garis batas pemisah yang jelas dengan dinamika pertahanan dan keamanan yang jelas. Dengan berlanjutnya kerusuhan dibeberapa tempat dan terancanya rasa aman masyarakat serta ketidak profesional dalam teknik penanganan pada kasus-kasus politik tertentu ini menjadi bukti kuat bahwa militer tidak cukup memiliki kecakapan dan fungsi utamanya.
Oleh karenanya, banyak orang berasumsi bahwa, orde reformasi menandai berlangsugnya sebuah proses transisi atau proses peralihan dari orde baru menuju orde demokrasi baru. Berbagai perangkat kenegaraan dan kemasyarakatan baru, disusun dalam upaya meneguhkan agar tarnsisi ini kelak menemukan akhir yang gemilang. Beberapa teori menanbahkan bahwa, nilai-nilai demokrasi di negeri-negeri itu harus dibangkitkan baik dari tradisi setempat maupun digerakkan melalui pembiakan institusi-institusi demokrasi baru.
Demokrasi memang telah menjadi agama global, hampir tiada satu negeri pun dibelahan bumi ini yang tidak bereaksi sensitif mendengar kata ini. Tetapi demokrasi juga melahirkan makna yang berbeda terhadap dirinya. Tiada satu penjelasan pun yang mempresentasikan makna yang absolut tentang demokrasi ini. Karenanya, tidak ada satu pun praktik demokrasi yang seragam diberbagai negara ini. Meskipun seperti Amerika dan Eropa Barat dianggap sebagai kampiun demokrasi dunia, praktik demokrasi mereka pun berbeda antara satu dengan yang lainnya. Tapi, satu hal yang pasti, praktik demokrasi negeri-negeri dikedua kawasan itu menjadi rujukan bagi praktik serupa diberbagai dunia lainnya. Banyak diantara naskah akademik yang diproduksikan oleh para ilmuwan Barat tentang teori-teori demokrasi telah menjadi bacaan wajib bagi para penganjur demokrasi di berbagai negara-negara yang kemudian disbut sebagai Dunia Ketiga. Tentang semua teori itu, respon yang muncul juga beraneka rupa, seperti menelannya habis-habis, menolaknya mentah-mentah atau menyikapinya secara eklektik. Secara teoritis mereka yang memuntahkannya mentah-mentah akan dicap berada di kutub otoritarian yang secara otomatis menghuni kutup demokrasi. Sementara yang bersifat ekletik akan berada pada kutup yang dalam wacana politik kontemporer. 

Kamis, 12 Desember 2013

good governance

Pemilu di desaku,,,,!!!!!
Ada yang berbeda di daerahku dalam pemilihan kepala desa kali ini, karena kabupaten Jombang melaksanankan pemilihan kepala desa secara serentak. Hal ini dilakukan karena khawatir akan keamanan. Pemilihan yang dilaksanakan pada tanggal 28 november bulan lalu yang dilaksanakan serentak menjadi hal yang tak biasa dikabupaten Jombang. Sebelumnya pemilihan kepala desa dilakukan sesuai dengan desa itu sendiri, antara desa yang satu dengan desa yang lain tidak sama waktunya. Dengan dilaksanakan serentak seperi ini sangat minim terjadi kecurangan dan pilkades berjalan sangat lancar.
Walaupun pelaksanaan itu berjalan lancar, namun keputusan itu mendapat kecaman dari DPRD setempat. Kalangan legislative menganggap bahwa kalangan eksekutif membohongi dewan, karena sebelumnya ada kesepakatan antara keduanya bahwa tanggal pelaksanaan pilkades dilakukan pada tanggal 27 November.

Banyak hal yang menarik setiap kali ada pemilihan kepala desa. Diantaranya adalah tradisi yang terjadi di masyarakat bahwa yang memberi uang ya itu yang akan dipilih. Hal ini terjadi nyata dalam desaku, setiap ada pemilihan kepala desa, dalam beberapa hari sebelum pemilihan para calon kepala desa keliling desa untuk memberi uang kepada sebagian masyarakat sekitar. Katanya sih sebagai tasyakuran, ada juga yang mengatakan bahwa uang tersebut sebagai daya tarik warga agar ikut berpartisispasi dalam pemilihan kepala desa. Namun menurutku itu hanya bagian dari manipolitik, karena ada maksud yang tersembunyi dari pemberian uang tersebut yaitu sebagai daya tarik agar mereka dipilih,  walaupun mereka mengelak, namun itu sudah menjadi rahasia umum. Semakin banyak mereka memberikan uang, maka semakin banyak pula yang akan memilih mereka. Adat seperti ini tidak lah jarang dilakukan dimana-mana, tetapi setiap ada pemilu disitu pasti ada diantara calon yang memberikan sebagian uangnya ataupun barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat. Mungkin dengan cara yang diadakannya pemilihan yang serentak, keadilan pun akan terjamin dalam setiap desa.

target 4 tahun kedepan

Rencana Empat Tahun Kedepan

Saat ini saya sedang menjalani proses belajar sebagai mahasiswa di UIN Surabaya, saya baru semester awal menginjak semester 2, rencana masa depan pastinya sudah terfikirkan sejak kita masih SMA dulu bahkan masih SD pun sudah mempunyai rencana, tapi mungkin rencana itu masih belum matang dan sudah saat nya diwaktu yang sekarang ini saya dapat memikirkan target saya untuk kedepannya. Setiap mahasiswa pastinya punya rencana dalam pribadi masing-masing untuk memikirkan karir mereka selanjutnya. Rencana awal tidaklah mudah untuk dapat tercapai tanpa adanya usaha. Tetapi jika ia mampu dan benar-benar ingin menggapai keinginannya pasti lah ada usaha yang mana dapat menggugah hati, sehingga dengan mudah nya sedikit demi sedikit semua akan teratasi dengan lancar. Rencana saya 4 tahun kedepan yaitu saya harus dapat  menyelesaikan tugas-tugas saya sebagai mahasiswa artinya semua yang saya impikan dengan jurusan yang saya ambil saat ini, semua harus sudah klir dan dapat teratasi dengan baik. Bahkan melebihi itu, dilain target saya juga harus dapat menjalankan tugas saya sebagai seorang anak, artinya saya harus membahagiakn kedua orang tua saya dengan bekal saya selama ini yaitu meraih pendidikan yang lebih dan lebih baik. Dalam perjalanan saya di dunia, dikarenakan umur sudah dewasa maka dari itu, tidak lah sempurna tanpa adanya seorang pendamping yang selayaknya ada. Target yang saya ambil ini sangat lah mudah seperti yang saya ungkapkan diawal tadi yaitu dengan usaha yang maksimal. Rencana awal sudah dapat terfikirkan, bisa jadi ada target kedua yang muncul disaat bergilirnya waktu. Seberapa banyak target yang kita buat untuk beberapa tahun kedepan itu maksimalkan dapat tercapai dengan usaha yang baik pula. Rencana seorang manusia sangatlah banyak jika ditulis semuanya, tapi dalam diri seseorang ada perbedaan dan kesamaan dalam rencana tersebut. Manusia tidak hanya berani berencana saja namun semua hal yang kita rencana kan pastikan dapat terlaksana juga. Dalam diri saya rencana selanjutnya setelah tugas seorang mahasiswa terlaksana saya juga bertanggung jawab akan seorang wanita yang dapat membahagiakan seorang pendamping. Dimana tanggung jawab itu harus ada pada diri seorang wanita. Setelah saya sukses dengan karir saya, saya tidak akan menjadi wanita yang sukanya didapur rumah, tetapi karir yang saya punya tidak semestinya berhenti disitu saja, karena wanita juga dapat mengembangkan karirnya meski sudah berumah tangga. Dan kita juga harus dapat membagi tanggungjawab karir dengan rumah tangga. Dimana waktu yang selayaknya buat keluarga dan mana untuk mengembangkan karir. Mungkin seperti itu rencana yang ada dalam diri saya. Kita jalani saja, pastilah hari demi hari akan dapat membantu kita untuk menjadi yang lebih baik. Dan kakir yang kita impikan akan kita rangkul dengan bahagia. Amiiiiiiiiiinnnnnn,,,,!!!!!!!!!!

Rabu, 04 Desember 2013

hak asasi manusia



Pemimpin tak pantas ditiru,,,!!!!
Belakangan ini sering terjadi pencurian harga diri yang mana telah marak dimana-mana. Sampai-sampai seorang pemimpin desa pun melakukannya dengan beberapa kali, sampai akhirnya semua perbuatannya sampai pada tangan polisi. Kasus ini terjadi pada seorang pelajar SMK yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL). Kejadiannya pada bulan agustus yang lalu. Saya sebut dengan nama Rani.
Saat kejadian pertama kali, pak kades mendatangi tempat kos Rani pada malam hari, pak kades masuk lalu mengunci kamar kos Rani. Kebetulan korban kos dirumak pak kades sendiri. 
Malam itu, pak kades memaksa Rani untuk melakukan hubungan intim dengan berbagai janji yang yang mana dapat membahagiakan Rani yakni dengan menikahinya. Semua rayuan gombal mampu memikat hati Rani, sampai akhirnya pada titik tujuan. Perbuatan bejat ini terus berlanjut sepekan kemudian. “ Ada tiga kali pak kades melakukan hal semacam ini ditempat kos itu. Perbuatan pak kades terus berlanjut meski para korban tidak bertempat tinggal disana lagi.
Akibat hubungan tersebut, akhirnya korban mengandung, tapi saat dimintai pertanggung jawaban, pak kades menolak. Akhirnya orang tua Rani ikut campur atas semua ini, dengan mendatangi rumah pak kades, betapa malunya seorang pemimpin yang seperti ini. Semula pak kades menyetujui surat pernyataan menikahi korban, tapi apa daya, tak ada bukti sedikit pun, semua cuma omong kosong dan pak kades pun ingkar janji. Dan dalam waktu lebih jauh kandungan Rani semakin besar, lalu pak kades menyuruh agar Rani meminum obat untuk menggugurkan kandungannya. “ Karena obat itu Rani mengalami pendarahan, lalu Rani dibawa ke rumah sakit untuk digugurkan kandungannya.
Kejadian-kejadian licik itu akan terus terjadi mana kala hak seorang wanita tidak dijaga dan dibiarkan terus menerus dengan semena-mena. Seorang lelaki akan melecehkan wanita dan menganggap bahwa wanita memang lemah dan tidak berguna bahkan hanya dianggap sebagai pemuas nafsu lelaki saja.
Hak asasi tentang manusia itu memang layak ditegaskan lagi, terutama wanita yang mana pada zaman sekarang telah banyak kasus yang salah satunya sudah saya singgung diatas. Seorang pemimpin tidaklah benar semuanya. Mereka pasti ada hal yang mana sangat tidak pantas ditiru oleh masyarakat. Dengan itu, kebijakan rakyat  dalam memilih pemimpin itu janganlah sembarangan. Dan memilih pemimpin yang baik dan bijaksana itu tidak semudah kita memilih untuk membeli permen. Permen akan lenyap dengan saat itu juga, tetapi pemimpin dia harus menunjukkan jalan yang pantas dan benar untuk masyarakat dan khususnya bagi dirinya sendiri. So, kejadian diatas sangat lah mencoreng nama baik diri sendiri dan juga masyarakat sekitar. Dan hak asasi manusia haruslah tetap ditegaskan. Agar dapat mewadahi dan melindunginya.
Sekian dari saya,,,, :-)

Selasa, 12 November 2013

otonomi daerah

Suara Rakyaattttt,,,,,,,,,,,!!!!!
Pemerintah berencana menaikkan bahan bakar minyak (BBM) terhitung sejak beberapa tahun yang lalu, diperkirakan mencapai 30 persen. Belum di perlakukan semuannya, harga kebutuhan pokok pun telah merambat naik, sehingga rakyat kecil yang merasakannya semakin menderita. Yupz, alhasil demo menuntut agar tidak dinaikkannya BBM yang akan terjadi di beberapa daerah di Indonesia, seperti Jakarta. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah siap dengan bantuan langsung tunai (BLT), setidaknya akan ada sampai akhir tahun ini.
Pada permulaan awal tahun 2008 lalu, pemerintah juga pemerintah juga menghemat anggaran dengan memotong 15% dari setiap anggaran departemen. Tampakya, itu belum menutupi pengeluaran subsidi sehingga kenaikan BBM akan memotong anggaran. Untuk itu sudah saatnya pemerintahan fokus pada sisi pemerintahan. Komponen terbesar pada sisi penerimaan negara adalah pajak, sehingga bagaimana cara untuk lebih menekankan penerimaan pajak harus menjadi fokus pemerintahan selanjutnya, agar dapat menciptakan masyarakat yang aman dan sejahtera.
Sebagai gambaran untuk menentukan target penerimaan pajak, pemerintah selalu berpatokan pada pertumbuhan ekonomi dimasyarakat. Padahal ada satu lagi yang jarang diperhitungkan yaitu kinerja jajaran Ditjen Pajak. Kalau kinerjanya berhasil secara otomatis penerimaan pajak akan meningkat. Demikian juga kalua kinerjanya gagal, penerimaan pajak pasti akan gagal.
Hingga saat ini belum ada data yang pasti mengenai perpajakan di Indonesia. Tapi, dengan membandingkan beberapa data pendukung, masih banyak botensi data perpajakan yang perlu digali. Sebagai contoh adalah data potensi kepemilikan kendaraan dan rumah mewah. Sangat jelas bahwa kendaraan terbaru dan termewah diluar negeri, ketika baru di-launching di Indonesia tiba-tiba sudah ada yang memiliki. Langkah pertama yang seyokyanya dilakukan Ditjen Pajak adalah membentuk tim kerja yang bertanggung jawab terhadap pengumpulan dan penganalisisan data pendukung transaksi keuangan. Tim itu harus bisa memformulasikan dan menghasilkan beberapa data seperti kepemilikan rekening, kepemilikan rumah mewah, kepemilikan kendaraan mewah, untuk individual dan sebagainya. Selanjutnya, data tadi dilaporkan, berapa penghasilan bersih, dan berapa pajal yang telah dibayar. Itu sangat lah mudah dilakukan dengan data tahunan di Ditjen Pajak sudah tersedia. Untuk menjamin kegiatan tersebut, perlu dipublikasikan agar dimengerti oleh masyarakat. Hingga saat ini seluruh kantor pelayanan pajak di Indonesia telah memasuki era modernisasi. Baik dari segi administrasi, teknologi informasi, maupun sumber daya manusiannya.

Tentu hasil yang diharapkan dengan penerapan dengan sistem modernisasi itu adalah peningkatan pajak. Sistem telah berjalan semakin baik ditambah sumber daya manusia yang profesional, maka pelayanan yang diberikan pun semakin baik. Kalau pelayanan baik, kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak muncul dengan sendirinya. Jadi, harapan kita semua, tidak ada alasan lagi bahwa penerimaan pajak tidak akan meningkat. Begitu pun dengan mayoritas masyarakat, akan lebih nyaman jika pelayanan pun tidak menjadikan mereka tertindas. 

Minggu, 27 Oktober 2013

Demokrasi

Pentingnya demokrasi dalam warga negara...
Demokrasi rakyat mencita-citakan kehidupan yang tidak mengenal kelas sosial. Manusia dibebaskan dari keterikatannya kepada kepemilikan pribadi tanpa adanya  penindasan serta paksaan yang dapat merugikan rakyat tersebut. Akan tetapi masyarakat juga harus dapat mewujudkan prinsip-prinsip yang ada dalam demokrasi.
Asas pokok dari pemerintahan demokrasi, antara lain adanya partisipasi warga negara dalam pemerintahan. Dengan demikian apabila suatu negara tanpa melibatkan warga negara dalam pengambilan keputusan politik, maka negara tersebut bukanlah negara demokrasi. Pendekatan tentang keterlibatan warga negara dapat dengan menegaskan bahwa demokrasi adalah suatu metode administrasi dan perbuatan kebijakan tetapi menuntut adanya kualitas ketanggapan pihak penguasa dan kaum elit terhadap pendapat umum.
Sistem politik demokrasi sekarang ini dianggap sistem politik yang paling baik bila dibandingkan dengan sistem politik yang lain, sebab menempatkan rakyat didalam kedudukan yang paling tinggi,artinya melakukan kedaulatan pada seluruh rakyat. Untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi ini perlu kita selenggarakan beberapa lembaga yang mana mampu mewujudkan kedaulatan yang baik yaitu dengan:
  •   Pemerintahan yang bertanggung jawab.
  •    Pers dan media massa yang mungkin dapat selayaknya menyampaikan pendapat tanpa ancaman.
  • Sistem peradilan yang bebas yang dapat menjamin hak-hak asasi dan mempertahankan keadilan.
  •  Membentuk organisasi atau partai politik dll.
Nilai-nilai demokrasi sesungguhnya merupakan nilai-nilai yang diperlukan untuk lebih mengembangkan pemerintahan yang demokrasi. Berdasarkan nilai-nilai atau kondisi inilah, sebuah pemerintahan demokrasi dapat ditegakkan. Sebaliknya tanpa adnya kondisi ini, pemerintah tersebut akan sulit ditegakkan.
Sampai dengan presiden sesuai dengan sistem pemilihan yang berlaku. Dalam pelaksanaan demokrasi ada banyak hal yang perlu kita perhatikan diantaranya:
Kesetaraan antar warga.
·         Kesetaraan gender.
·         Kedaulatan rakyat.
·         Rasa percaya.
·         Kerja sama.
·         Pertumbuhan ekonomi.
·         Pluralisme.
·         Negara dan masyarakat.
·         Kebebasan menyatakan pendapat.
·         Kebebasan berkelompok.

Dengan hal ini apabila pemimpin dan rakyat dapat bekerja sama atas tanggung jawab masing-masing, saya yakin negara kita akan sejahtera dan aman

Senin, 21 Oktober 2013

perlunya kerjasama internasional

PERLUNYA KERJASAMA INTERNASIONAL,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Sebuah negara bisa diumpamakan sebuah keluarga yang hidup di ditengah-tengah masyarakat bersama-sama dengan tetangga. Sudah barang tentu setiap negara membutuhkan negara lain untuk mencukupi kebutuhannya. Hubungan atau kerjasama dengan negara lain akan terarah sejalan dengan tujuan bersama yang ingin dicapai. Namun, kadang kala hubungan tersebut menjadi sebuah persaingan yang kadang menimbulkan keuntungan dan kemajuan, tetapi adakalanya yang membawa petaka juga. Oleh karena itu setiap negara berusaha menjalin hubungan internasional agar tetap eksis dengan jalan menjaga keadaan, kerjasama, bahkan dapat membentuk suatu organisasi internasional yang baik.
Manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan dan kerjasama dengan orang lain. Sama halnya dengan setiap negara mempunyai sumber kekuatan yang berbeda-beda. Ada negara yang kaya akan sumber daya alamnya, ada pula yang banyak penduduknya, sementara negara lain mengandalkan berlimpahnya jumlah ilmuwannya. Kelebihan-kelebihan masing-masing negara semacam itu sangat berpengaruh terhadap posisi terhadap suatu negara dalam melakukan hubungan intenasional. Ada beberapa faktor yang mana ikut berperan dalam menentukan proses hubungan internasional, baik secara bilateral maupun multilateral, antara lain seperti  kekuatan internasonal, jumlah penduduk, sumber daya alam, dan letak geografis negaranya.
Suatau negara dapat juga melakukan hubungan internasional manakala kemerdekaan dan kedaulatannya baik secara de facto maupun secara de jure telah diakui oleh negara lain. Perlunya kerjasama internasional dalam bentuk hubungan internasional ini antara lain dikarnakan oleh faktor-faktor seperti:
·         Faktor internal
Yaitu adanya kekhawatiran terancamnya kelangsungan hidup, baik melalui kudeta maupun intervensi dari negara lain.
·         Faktor eksternal
yaitu kekuatan hukum alam yang tidak dapat dipungkiri bahwa suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dan kerjasama dengan negara yang lain.


Selasa, 08 Oktober 2013

Hubungan agama dan Negara

KIAI JADI PEMIMPIN BANGSA, gag masalah!!!!!!!
Pada zaman kemajuan saat ini dunia hanyalah menjadi ajang kebahagiaan sementara bagi manusia, dimana seharusnya kita sebagai umat islam yang taat akan ajaran agama pun harus bisa memperjuangkan bangsa untuk dapat lebih baik dan maju dibawah pimpinan yang benar akan dirinya dan juga bagi orang lain, yang tentu dapat membawa masyarakat dengan ajaran yangbenar.
Disini akan bicara tentang pemimpin yang berpotensi unggul dibidang agama dan juga politik...???
Seperti Abdurrohman Wahid yang dilahirkan di Denanyar, Jombang, Jawa timur. Beliau dilahirkan ditradisi besar dan dibesarkan dilingkungan pesantren, kakek dari ayahnya adalah K.H. Hasyim Asy’ari dan kakek dari ibunya adalah kiai Bisri Syamsuri, keduanya adalah pendiri NU sekaligus ulama’ besar. Dengan panggilan akrabnya yaitu Gus Dur yang telah dibesarkan dilingkungan pesantren. Pertama kali beliau belajar mengaji dan membaca Al-Qur’an pada kakeknya K.H. Hasyim asy’ari, pada usia 5 tahun Gus Dur telah lancar membaca Al-Qur’an. Gus Dur dibekali dengan ketajaman pikiran dan ingatan yang sangat kuat, sehingga dikenal salah satu sifat utama nya adalah keingintahuan.
Gus Dur sebagai presiden ke 4 ini bisa dikatakan sangat fenomena dengan segala tindakan nya yang dikenal berani dan terkesan menggampangkan segala sesuatu, dengan slogan khasnya “Begitu aja kok repot”!! namun dibalik semua kontroversi, beliau adalah tokoh besar yang telah memperjuangkan hak-hak kaum minoritas, dan menjunjung tinggi semangat kesatuan tanpa menghilangkan identitas bangsa indonesia yang plural. Namun juga beliau tetaplah seorang ulama’ yang memegang bendera islam tinggi-tinggi, tentu hal ini menjadikan islam dapat terlihat identitas aslinya sebagai agama yang damai, sejuk, dan jauh dari kekerasan.
Gus Dur tidak akan terlepas dari sosok yang teguh syariat dan ajaran agamanya dalam memimpin bangsa.

Dengan hal ini dapat kita contoh akan keteguhan beliau yang sangat menghubungkan antara agama dan kepemimpinannya.

Kamis, 03 Oktober 2013

pendidikan multikultural dalam pluralisme bangsa

Apa kabar pendidikan multikultural dalam pluralisme bangsa Indonesia???
Berbeda dengan negara AS, Inggris, dan negara-negara di Eropa, dimana pada umumnya multikultural bersifat budaya antar bangsa, keragaman budaya datang dari luar bangsa meraka. Sedangkan multikultural di Indonesia bersifat budaya antaretnis yang kecil, yaitu budaya antar suku bangsa. Keragaman budaya datang datang dari dalam bangsa Indonesia sendiri. Oleh sebab itu, hal ini sebenarnya dapat menjadi modal yang kuat bagi keberhasilan pelaksanaan pendidikan multikultural di Indonesia. (Gollnick dan Chinn, 1998).
        Sebenarnya Semangat Sumpah Pemuda dapat menjadi ruh yang kuat untuk mempersatukan warga negara Indonesia yang berbeda budaya. Masyarakat Indonesia  sangat beragam dan tinggal diwilayah pulau-pulau yang tersebar berjauhan. Namun dalam Deklarasi Djoeanda laut Indonesia seluas 5,8 km2, didalamnya terdapat lebih dari 17.500 pulau besar dan kecil yang dikelilingi garis pantai sepanjang lebih dari 80.000 km, yang merupakan garis pantai terpanjang didunia setelah Kanada. Hal ini menyebabkan interkasi dan integrasi tidak selamanya dapat berjalan lancar. Demikian pula kemajuan ekonomi sulit merata, sehingga terdapat ketimpangan kesejahteraan masyarakat , ini sangat rentan sebagai awal rasa ketidakpuasan yang berpotensi menjadi konflik. (Prakoso B.P., 2008: 1 ).
        Kondisi tersebut diatas dilengkapi pula dengan  sistem pemerintahan yang kurang memperhatikan pembangunan kemanusiaan pada era terdahulu, kebijakan negara Indonesia didominasi oleh kepentingan ekonomi dan stabilitas  nasioanal. Sektor pendidikan politik dan pembinaan bangsa kurang mendapat perhatian.
        Konflik sosial di negara kita sering muncul sebagai akibat pengingkaran terhadap kenyataan kemajemukan dan penyebab adanya konflik sosial. Seperti tragedi Poso, tragedi syiah di madura dll. Bertolak dari kenyataan itu  kini dirasakan semakin perlunya pendidikan multikultural – pluralisme yang memihak keragaman menjadi fokus pemerintah. Dari kebijakan itu nantinya diharapkan masyarakat dapat mengelola perbedaan yang ada secara positif. Dengan demikian perbedaan dalam beragam area kehidupan tidak memicu prasangka atau konflik tetapi sebaliknya mendorong dinamika masyarakat ke arah lebih baik. Namun demikian, problema pendidikan multikultural di Indonesia memiliki keunikan yang tidak sama dengan problema yang dihadapi oleh negara lain. Keunikan faktor-faktor geografis, demografi, sejarah, dan kemajuan sosial ekonomi dapat memicu munculnya problema, sehingga pendidikan multikultural secara umum belum berhasil diaplikasikan dan dijadikan fokus serta perhatian penting dalam dunia pendidikan, pakar-pakar pendidikan Indonesia justru sibuk dengan kurikulum yang terkesan dipaksakan untuk berganti, demi mencerdaskan dan memajukan pendidikan bangsa konon katanya dengan mengesampingkan konsep dasarnya apakah sudah berjiwa pluralisme – multikulturalisme atau tidak, jika belum tentu kurikulum barupun akan bom waktu yang sewaktu-waktu akan meledak. ( Baker, 1994: 11).
        Maka dapat kita ketahui dari berbagai gejala yang telah muncul bahwa pendidikan multikultural dalam pluralisme bangsa kita pada titik yang memprihatinkan mengingat keragaman serta pluralisme di Indonesia masih saja sering kali justru menjadi senjata makan tuan bagi bumerang yang kembali menghantam ornag yang melempanya. Tapi tentu saja ada cahaya dalam kegelapan dan harapan untuk esok yang lebih baik, dan tentu salah satunya ada ditangan kita sebagai penerus yang akan menjadi orang-orang yang memperjuangkan bangsa sepenuh hati denagn pendidikan multikulturalisme, demi indonesia kita yang damai dan bermartabat.