Suara Rakyaattttt,,,,,,,,,,,!!!!!
Pemerintah berencana menaikkan bahan bakar minyak (BBM) terhitung
sejak beberapa tahun yang lalu, diperkirakan mencapai 30 persen. Belum di
perlakukan semuannya, harga kebutuhan pokok pun telah merambat naik, sehingga
rakyat kecil yang merasakannya semakin menderita. Yupz, alhasil demo menuntut
agar tidak dinaikkannya BBM yang akan terjadi di beberapa daerah di Indonesia,
seperti Jakarta. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah siap dengan
bantuan langsung tunai (BLT), setidaknya akan ada sampai akhir tahun ini.
Pada permulaan awal tahun 2008 lalu, pemerintah juga pemerintah juga menghemat anggaran dengan memotong 15% dari setiap anggaran departemen. Tampakya, itu belum menutupi pengeluaran subsidi sehingga kenaikan BBM akan memotong anggaran. Untuk itu sudah saatnya pemerintahan fokus pada sisi pemerintahan. Komponen terbesar pada sisi penerimaan negara adalah pajak, sehingga bagaimana cara untuk lebih menekankan penerimaan pajak harus menjadi fokus pemerintahan selanjutnya, agar dapat menciptakan masyarakat yang aman dan sejahtera.
Pada permulaan awal tahun 2008 lalu, pemerintah juga pemerintah juga menghemat anggaran dengan memotong 15% dari setiap anggaran departemen. Tampakya, itu belum menutupi pengeluaran subsidi sehingga kenaikan BBM akan memotong anggaran. Untuk itu sudah saatnya pemerintahan fokus pada sisi pemerintahan. Komponen terbesar pada sisi penerimaan negara adalah pajak, sehingga bagaimana cara untuk lebih menekankan penerimaan pajak harus menjadi fokus pemerintahan selanjutnya, agar dapat menciptakan masyarakat yang aman dan sejahtera.
Sebagai gambaran untuk menentukan target penerimaan pajak,
pemerintah selalu berpatokan pada pertumbuhan ekonomi dimasyarakat. Padahal ada
satu lagi yang jarang diperhitungkan yaitu kinerja jajaran Ditjen Pajak. Kalau kinerjanya
berhasil secara otomatis penerimaan pajak akan meningkat. Demikian juga kalua
kinerjanya gagal, penerimaan pajak pasti akan gagal.
Hingga saat ini belum ada data yang pasti mengenai perpajakan di
Indonesia. Tapi, dengan membandingkan beberapa data pendukung, masih banyak
botensi data perpajakan yang perlu digali. Sebagai contoh adalah data potensi
kepemilikan kendaraan dan rumah mewah. Sangat jelas bahwa kendaraan terbaru dan
termewah diluar negeri, ketika baru di-launching di Indonesia tiba-tiba sudah
ada yang memiliki. Langkah pertama yang seyokyanya dilakukan Ditjen Pajak
adalah membentuk tim kerja yang bertanggung jawab terhadap pengumpulan dan
penganalisisan data pendukung transaksi keuangan. Tim itu harus bisa memformulasikan
dan menghasilkan beberapa data seperti kepemilikan rekening, kepemilikan rumah
mewah, kepemilikan kendaraan mewah, untuk individual dan sebagainya. Selanjutnya,
data tadi dilaporkan, berapa penghasilan bersih, dan berapa pajal yang telah
dibayar. Itu sangat lah mudah dilakukan dengan data tahunan di Ditjen Pajak
sudah tersedia. Untuk menjamin kegiatan tersebut, perlu dipublikasikan agar
dimengerti oleh masyarakat. Hingga saat ini seluruh kantor pelayanan pajak di
Indonesia telah memasuki era modernisasi. Baik dari segi administrasi, teknologi
informasi, maupun sumber daya manusiannya.
Tentu hasil yang diharapkan dengan penerapan dengan sistem
modernisasi itu adalah peningkatan pajak. Sistem telah berjalan semakin baik
ditambah sumber daya manusia yang profesional, maka pelayanan yang diberikan
pun semakin baik. Kalau pelayanan baik, kesadaran wajib pajak untuk membayar
pajak muncul dengan sendirinya. Jadi, harapan kita semua, tidak ada alasan lagi
bahwa penerimaan pajak tidak akan meningkat. Begitu pun dengan mayoritas
masyarakat, akan lebih nyaman jika pelayanan pun tidak menjadikan mereka
tertindas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar