Selasa, 08 Oktober 2013

Hubungan agama dan Negara

KIAI JADI PEMIMPIN BANGSA, gag masalah!!!!!!!
Pada zaman kemajuan saat ini dunia hanyalah menjadi ajang kebahagiaan sementara bagi manusia, dimana seharusnya kita sebagai umat islam yang taat akan ajaran agama pun harus bisa memperjuangkan bangsa untuk dapat lebih baik dan maju dibawah pimpinan yang benar akan dirinya dan juga bagi orang lain, yang tentu dapat membawa masyarakat dengan ajaran yangbenar.
Disini akan bicara tentang pemimpin yang berpotensi unggul dibidang agama dan juga politik...???
Seperti Abdurrohman Wahid yang dilahirkan di Denanyar, Jombang, Jawa timur. Beliau dilahirkan ditradisi besar dan dibesarkan dilingkungan pesantren, kakek dari ayahnya adalah K.H. Hasyim Asy’ari dan kakek dari ibunya adalah kiai Bisri Syamsuri, keduanya adalah pendiri NU sekaligus ulama’ besar. Dengan panggilan akrabnya yaitu Gus Dur yang telah dibesarkan dilingkungan pesantren. Pertama kali beliau belajar mengaji dan membaca Al-Qur’an pada kakeknya K.H. Hasyim asy’ari, pada usia 5 tahun Gus Dur telah lancar membaca Al-Qur’an. Gus Dur dibekali dengan ketajaman pikiran dan ingatan yang sangat kuat, sehingga dikenal salah satu sifat utama nya adalah keingintahuan.
Gus Dur sebagai presiden ke 4 ini bisa dikatakan sangat fenomena dengan segala tindakan nya yang dikenal berani dan terkesan menggampangkan segala sesuatu, dengan slogan khasnya “Begitu aja kok repot”!! namun dibalik semua kontroversi, beliau adalah tokoh besar yang telah memperjuangkan hak-hak kaum minoritas, dan menjunjung tinggi semangat kesatuan tanpa menghilangkan identitas bangsa indonesia yang plural. Namun juga beliau tetaplah seorang ulama’ yang memegang bendera islam tinggi-tinggi, tentu hal ini menjadikan islam dapat terlihat identitas aslinya sebagai agama yang damai, sejuk, dan jauh dari kekerasan.
Gus Dur tidak akan terlepas dari sosok yang teguh syariat dan ajaran agamanya dalam memimpin bangsa.

Dengan hal ini dapat kita contoh akan keteguhan beliau yang sangat menghubungkan antara agama dan kepemimpinannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar