Rabu, 04 Desember 2013

hak asasi manusia



Pemimpin tak pantas ditiru,,,!!!!
Belakangan ini sering terjadi pencurian harga diri yang mana telah marak dimana-mana. Sampai-sampai seorang pemimpin desa pun melakukannya dengan beberapa kali, sampai akhirnya semua perbuatannya sampai pada tangan polisi. Kasus ini terjadi pada seorang pelajar SMK yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL). Kejadiannya pada bulan agustus yang lalu. Saya sebut dengan nama Rani.
Saat kejadian pertama kali, pak kades mendatangi tempat kos Rani pada malam hari, pak kades masuk lalu mengunci kamar kos Rani. Kebetulan korban kos dirumak pak kades sendiri. 
Malam itu, pak kades memaksa Rani untuk melakukan hubungan intim dengan berbagai janji yang yang mana dapat membahagiakan Rani yakni dengan menikahinya. Semua rayuan gombal mampu memikat hati Rani, sampai akhirnya pada titik tujuan. Perbuatan bejat ini terus berlanjut sepekan kemudian. “ Ada tiga kali pak kades melakukan hal semacam ini ditempat kos itu. Perbuatan pak kades terus berlanjut meski para korban tidak bertempat tinggal disana lagi.
Akibat hubungan tersebut, akhirnya korban mengandung, tapi saat dimintai pertanggung jawaban, pak kades menolak. Akhirnya orang tua Rani ikut campur atas semua ini, dengan mendatangi rumah pak kades, betapa malunya seorang pemimpin yang seperti ini. Semula pak kades menyetujui surat pernyataan menikahi korban, tapi apa daya, tak ada bukti sedikit pun, semua cuma omong kosong dan pak kades pun ingkar janji. Dan dalam waktu lebih jauh kandungan Rani semakin besar, lalu pak kades menyuruh agar Rani meminum obat untuk menggugurkan kandungannya. “ Karena obat itu Rani mengalami pendarahan, lalu Rani dibawa ke rumah sakit untuk digugurkan kandungannya.
Kejadian-kejadian licik itu akan terus terjadi mana kala hak seorang wanita tidak dijaga dan dibiarkan terus menerus dengan semena-mena. Seorang lelaki akan melecehkan wanita dan menganggap bahwa wanita memang lemah dan tidak berguna bahkan hanya dianggap sebagai pemuas nafsu lelaki saja.
Hak asasi tentang manusia itu memang layak ditegaskan lagi, terutama wanita yang mana pada zaman sekarang telah banyak kasus yang salah satunya sudah saya singgung diatas. Seorang pemimpin tidaklah benar semuanya. Mereka pasti ada hal yang mana sangat tidak pantas ditiru oleh masyarakat. Dengan itu, kebijakan rakyat  dalam memilih pemimpin itu janganlah sembarangan. Dan memilih pemimpin yang baik dan bijaksana itu tidak semudah kita memilih untuk membeli permen. Permen akan lenyap dengan saat itu juga, tetapi pemimpin dia harus menunjukkan jalan yang pantas dan benar untuk masyarakat dan khususnya bagi dirinya sendiri. So, kejadian diatas sangat lah mencoreng nama baik diri sendiri dan juga masyarakat sekitar. Dan hak asasi manusia haruslah tetap ditegaskan. Agar dapat mewadahi dan melindunginya.
Sekian dari saya,,,, :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar