Pemimpin tak pantas ditiru,,,!!!!
Belakangan ini sering terjadi
pencurian harga diri yang mana telah marak dimana-mana. Sampai-sampai seorang
pemimpin desa pun melakukannya dengan beberapa kali, sampai akhirnya semua
perbuatannya sampai pada tangan polisi. Kasus ini terjadi pada seorang pelajar
SMK yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL). Kejadiannya pada bulan
agustus yang lalu. Saya sebut dengan nama Rani.
Saat kejadian pertama kali, pak kades
mendatangi tempat kos Rani pada malam hari, pak kades masuk lalu mengunci kamar
kos Rani. Kebetulan korban kos dirumak pak kades sendiri.
Malam itu, pak kades memaksa Rani
untuk melakukan hubungan intim dengan berbagai janji yang yang mana dapat
membahagiakan Rani yakni dengan menikahinya. Semua rayuan gombal mampu memikat
hati Rani, sampai akhirnya pada titik tujuan. Perbuatan bejat ini terus
berlanjut sepekan kemudian. “ Ada tiga kali pak kades melakukan hal semacam ini
ditempat kos itu. Perbuatan pak kades terus berlanjut meski para korban tidak
bertempat tinggal disana lagi.
Akibat hubungan tersebut, akhirnya
korban mengandung, tapi saat dimintai pertanggung jawaban, pak kades menolak.
Akhirnya orang tua Rani ikut campur atas semua ini, dengan mendatangi rumah pak
kades, betapa malunya seorang pemimpin yang seperti ini. Semula pak kades
menyetujui surat pernyataan menikahi korban, tapi apa daya, tak ada bukti
sedikit pun, semua cuma omong kosong dan pak kades pun ingkar janji. Dan dalam
waktu lebih jauh kandungan Rani semakin besar, lalu pak kades menyuruh agar
Rani meminum obat untuk menggugurkan kandungannya. “ Karena obat itu Rani
mengalami pendarahan, lalu Rani dibawa ke rumah sakit untuk digugurkan
kandungannya.
Kejadian-kejadian licik itu akan
terus terjadi mana kala hak seorang wanita tidak dijaga dan dibiarkan terus
menerus dengan semena-mena. Seorang lelaki akan melecehkan wanita dan
menganggap bahwa wanita memang lemah dan tidak berguna bahkan hanya dianggap
sebagai pemuas nafsu lelaki saja.
Hak asasi tentang manusia itu memang
layak ditegaskan lagi, terutama wanita yang mana pada zaman sekarang telah
banyak kasus yang salah satunya sudah saya singgung diatas. Seorang pemimpin
tidaklah benar semuanya. Mereka pasti ada hal yang mana sangat tidak pantas
ditiru oleh masyarakat. Dengan itu, kebijakan rakyat dalam memilih pemimpin itu janganlah
sembarangan. Dan memilih pemimpin yang baik dan bijaksana itu tidak semudah
kita memilih untuk membeli permen. Permen akan lenyap dengan saat itu juga,
tetapi pemimpin dia harus menunjukkan jalan yang pantas dan benar untuk
masyarakat dan khususnya bagi dirinya sendiri. So, kejadian diatas sangat lah
mencoreng nama baik diri sendiri dan juga masyarakat sekitar. Dan hak asasi
manusia haruslah tetap ditegaskan. Agar dapat mewadahi dan melindunginya.
Sekian dari saya,,,, :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar