Minggu, 27 Oktober 2013

Demokrasi

Pentingnya demokrasi dalam warga negara...
Demokrasi rakyat mencita-citakan kehidupan yang tidak mengenal kelas sosial. Manusia dibebaskan dari keterikatannya kepada kepemilikan pribadi tanpa adanya  penindasan serta paksaan yang dapat merugikan rakyat tersebut. Akan tetapi masyarakat juga harus dapat mewujudkan prinsip-prinsip yang ada dalam demokrasi.
Asas pokok dari pemerintahan demokrasi, antara lain adanya partisipasi warga negara dalam pemerintahan. Dengan demikian apabila suatu negara tanpa melibatkan warga negara dalam pengambilan keputusan politik, maka negara tersebut bukanlah negara demokrasi. Pendekatan tentang keterlibatan warga negara dapat dengan menegaskan bahwa demokrasi adalah suatu metode administrasi dan perbuatan kebijakan tetapi menuntut adanya kualitas ketanggapan pihak penguasa dan kaum elit terhadap pendapat umum.
Sistem politik demokrasi sekarang ini dianggap sistem politik yang paling baik bila dibandingkan dengan sistem politik yang lain, sebab menempatkan rakyat didalam kedudukan yang paling tinggi,artinya melakukan kedaulatan pada seluruh rakyat. Untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi ini perlu kita selenggarakan beberapa lembaga yang mana mampu mewujudkan kedaulatan yang baik yaitu dengan:
  •   Pemerintahan yang bertanggung jawab.
  •    Pers dan media massa yang mungkin dapat selayaknya menyampaikan pendapat tanpa ancaman.
  • Sistem peradilan yang bebas yang dapat menjamin hak-hak asasi dan mempertahankan keadilan.
  •  Membentuk organisasi atau partai politik dll.
Nilai-nilai demokrasi sesungguhnya merupakan nilai-nilai yang diperlukan untuk lebih mengembangkan pemerintahan yang demokrasi. Berdasarkan nilai-nilai atau kondisi inilah, sebuah pemerintahan demokrasi dapat ditegakkan. Sebaliknya tanpa adnya kondisi ini, pemerintah tersebut akan sulit ditegakkan.
Sampai dengan presiden sesuai dengan sistem pemilihan yang berlaku. Dalam pelaksanaan demokrasi ada banyak hal yang perlu kita perhatikan diantaranya:
Kesetaraan antar warga.
·         Kesetaraan gender.
·         Kedaulatan rakyat.
·         Rasa percaya.
·         Kerja sama.
·         Pertumbuhan ekonomi.
·         Pluralisme.
·         Negara dan masyarakat.
·         Kebebasan menyatakan pendapat.
·         Kebebasan berkelompok.

Dengan hal ini apabila pemimpin dan rakyat dapat bekerja sama atas tanggung jawab masing-masing, saya yakin negara kita akan sejahtera dan aman

Senin, 21 Oktober 2013

perlunya kerjasama internasional

PERLUNYA KERJASAMA INTERNASIONAL,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Sebuah negara bisa diumpamakan sebuah keluarga yang hidup di ditengah-tengah masyarakat bersama-sama dengan tetangga. Sudah barang tentu setiap negara membutuhkan negara lain untuk mencukupi kebutuhannya. Hubungan atau kerjasama dengan negara lain akan terarah sejalan dengan tujuan bersama yang ingin dicapai. Namun, kadang kala hubungan tersebut menjadi sebuah persaingan yang kadang menimbulkan keuntungan dan kemajuan, tetapi adakalanya yang membawa petaka juga. Oleh karena itu setiap negara berusaha menjalin hubungan internasional agar tetap eksis dengan jalan menjaga keadaan, kerjasama, bahkan dapat membentuk suatu organisasi internasional yang baik.
Manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan dan kerjasama dengan orang lain. Sama halnya dengan setiap negara mempunyai sumber kekuatan yang berbeda-beda. Ada negara yang kaya akan sumber daya alamnya, ada pula yang banyak penduduknya, sementara negara lain mengandalkan berlimpahnya jumlah ilmuwannya. Kelebihan-kelebihan masing-masing negara semacam itu sangat berpengaruh terhadap posisi terhadap suatu negara dalam melakukan hubungan intenasional. Ada beberapa faktor yang mana ikut berperan dalam menentukan proses hubungan internasional, baik secara bilateral maupun multilateral, antara lain seperti  kekuatan internasonal, jumlah penduduk, sumber daya alam, dan letak geografis negaranya.
Suatau negara dapat juga melakukan hubungan internasional manakala kemerdekaan dan kedaulatannya baik secara de facto maupun secara de jure telah diakui oleh negara lain. Perlunya kerjasama internasional dalam bentuk hubungan internasional ini antara lain dikarnakan oleh faktor-faktor seperti:
·         Faktor internal
Yaitu adanya kekhawatiran terancamnya kelangsungan hidup, baik melalui kudeta maupun intervensi dari negara lain.
·         Faktor eksternal
yaitu kekuatan hukum alam yang tidak dapat dipungkiri bahwa suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dan kerjasama dengan negara yang lain.


Selasa, 08 Oktober 2013

Hubungan agama dan Negara

KIAI JADI PEMIMPIN BANGSA, gag masalah!!!!!!!
Pada zaman kemajuan saat ini dunia hanyalah menjadi ajang kebahagiaan sementara bagi manusia, dimana seharusnya kita sebagai umat islam yang taat akan ajaran agama pun harus bisa memperjuangkan bangsa untuk dapat lebih baik dan maju dibawah pimpinan yang benar akan dirinya dan juga bagi orang lain, yang tentu dapat membawa masyarakat dengan ajaran yangbenar.
Disini akan bicara tentang pemimpin yang berpotensi unggul dibidang agama dan juga politik...???
Seperti Abdurrohman Wahid yang dilahirkan di Denanyar, Jombang, Jawa timur. Beliau dilahirkan ditradisi besar dan dibesarkan dilingkungan pesantren, kakek dari ayahnya adalah K.H. Hasyim Asy’ari dan kakek dari ibunya adalah kiai Bisri Syamsuri, keduanya adalah pendiri NU sekaligus ulama’ besar. Dengan panggilan akrabnya yaitu Gus Dur yang telah dibesarkan dilingkungan pesantren. Pertama kali beliau belajar mengaji dan membaca Al-Qur’an pada kakeknya K.H. Hasyim asy’ari, pada usia 5 tahun Gus Dur telah lancar membaca Al-Qur’an. Gus Dur dibekali dengan ketajaman pikiran dan ingatan yang sangat kuat, sehingga dikenal salah satu sifat utama nya adalah keingintahuan.
Gus Dur sebagai presiden ke 4 ini bisa dikatakan sangat fenomena dengan segala tindakan nya yang dikenal berani dan terkesan menggampangkan segala sesuatu, dengan slogan khasnya “Begitu aja kok repot”!! namun dibalik semua kontroversi, beliau adalah tokoh besar yang telah memperjuangkan hak-hak kaum minoritas, dan menjunjung tinggi semangat kesatuan tanpa menghilangkan identitas bangsa indonesia yang plural. Namun juga beliau tetaplah seorang ulama’ yang memegang bendera islam tinggi-tinggi, tentu hal ini menjadikan islam dapat terlihat identitas aslinya sebagai agama yang damai, sejuk, dan jauh dari kekerasan.
Gus Dur tidak akan terlepas dari sosok yang teguh syariat dan ajaran agamanya dalam memimpin bangsa.

Dengan hal ini dapat kita contoh akan keteguhan beliau yang sangat menghubungkan antara agama dan kepemimpinannya.

Kamis, 03 Oktober 2013

pendidikan multikultural dalam pluralisme bangsa

Apa kabar pendidikan multikultural dalam pluralisme bangsa Indonesia???
Berbeda dengan negara AS, Inggris, dan negara-negara di Eropa, dimana pada umumnya multikultural bersifat budaya antar bangsa, keragaman budaya datang dari luar bangsa meraka. Sedangkan multikultural di Indonesia bersifat budaya antaretnis yang kecil, yaitu budaya antar suku bangsa. Keragaman budaya datang datang dari dalam bangsa Indonesia sendiri. Oleh sebab itu, hal ini sebenarnya dapat menjadi modal yang kuat bagi keberhasilan pelaksanaan pendidikan multikultural di Indonesia. (Gollnick dan Chinn, 1998).
        Sebenarnya Semangat Sumpah Pemuda dapat menjadi ruh yang kuat untuk mempersatukan warga negara Indonesia yang berbeda budaya. Masyarakat Indonesia  sangat beragam dan tinggal diwilayah pulau-pulau yang tersebar berjauhan. Namun dalam Deklarasi Djoeanda laut Indonesia seluas 5,8 km2, didalamnya terdapat lebih dari 17.500 pulau besar dan kecil yang dikelilingi garis pantai sepanjang lebih dari 80.000 km, yang merupakan garis pantai terpanjang didunia setelah Kanada. Hal ini menyebabkan interkasi dan integrasi tidak selamanya dapat berjalan lancar. Demikian pula kemajuan ekonomi sulit merata, sehingga terdapat ketimpangan kesejahteraan masyarakat , ini sangat rentan sebagai awal rasa ketidakpuasan yang berpotensi menjadi konflik. (Prakoso B.P., 2008: 1 ).
        Kondisi tersebut diatas dilengkapi pula dengan  sistem pemerintahan yang kurang memperhatikan pembangunan kemanusiaan pada era terdahulu, kebijakan negara Indonesia didominasi oleh kepentingan ekonomi dan stabilitas  nasioanal. Sektor pendidikan politik dan pembinaan bangsa kurang mendapat perhatian.
        Konflik sosial di negara kita sering muncul sebagai akibat pengingkaran terhadap kenyataan kemajemukan dan penyebab adanya konflik sosial. Seperti tragedi Poso, tragedi syiah di madura dll. Bertolak dari kenyataan itu  kini dirasakan semakin perlunya pendidikan multikultural – pluralisme yang memihak keragaman menjadi fokus pemerintah. Dari kebijakan itu nantinya diharapkan masyarakat dapat mengelola perbedaan yang ada secara positif. Dengan demikian perbedaan dalam beragam area kehidupan tidak memicu prasangka atau konflik tetapi sebaliknya mendorong dinamika masyarakat ke arah lebih baik. Namun demikian, problema pendidikan multikultural di Indonesia memiliki keunikan yang tidak sama dengan problema yang dihadapi oleh negara lain. Keunikan faktor-faktor geografis, demografi, sejarah, dan kemajuan sosial ekonomi dapat memicu munculnya problema, sehingga pendidikan multikultural secara umum belum berhasil diaplikasikan dan dijadikan fokus serta perhatian penting dalam dunia pendidikan, pakar-pakar pendidikan Indonesia justru sibuk dengan kurikulum yang terkesan dipaksakan untuk berganti, demi mencerdaskan dan memajukan pendidikan bangsa konon katanya dengan mengesampingkan konsep dasarnya apakah sudah berjiwa pluralisme – multikulturalisme atau tidak, jika belum tentu kurikulum barupun akan bom waktu yang sewaktu-waktu akan meledak. ( Baker, 1994: 11).
        Maka dapat kita ketahui dari berbagai gejala yang telah muncul bahwa pendidikan multikultural dalam pluralisme bangsa kita pada titik yang memprihatinkan mengingat keragaman serta pluralisme di Indonesia masih saja sering kali justru menjadi senjata makan tuan bagi bumerang yang kembali menghantam ornag yang melempanya. Tapi tentu saja ada cahaya dalam kegelapan dan harapan untuk esok yang lebih baik, dan tentu salah satunya ada ditangan kita sebagai penerus yang akan menjadi orang-orang yang memperjuangkan bangsa sepenuh hati denagn pendidikan multikulturalisme, demi indonesia kita yang damai dan bermartabat.